DUMAI, SPEEDNEWS.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Dumai terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Lingkungan Kerja yang dilaksanakan pada 4–5 November 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat PT Pelindo Regional 1 Dumai tersebut diikuti pekerja Pelindo Group Dumai, meliputi Pelindo Regional 1 Dumai, PT Pelindo Multi Terminal (PMT), PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS), serta petugas keamanan yang bertugas di lingkungan pelabuhan.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja mengenai HIV/AIDS, mulai dari pengertian, cara penularan, langkah pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini dan penanganan medis yang tepat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai HIV (Human Immunodeficiency Virus), yakni virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4, sehingga kemampuan tubuh dalam melawan infeksi menjadi terganggu. Apabila tidak ditangani dengan baik, infeksi HIV dapat berkembang ke tahap AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan berat.
Peserta juga diberikan edukasi mengenai berbagai jalur penularan HIV, antara lain melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang terkontaminasi, serta penularan dari ibu yang hidup dengan HIV kepada bayinya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.
Sebaliknya, HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari, seperti berjabat tangan, bersentuhan, berbagi makanan, menggunakan toilet, maupun beraktivitas bersama. Pemahaman ini penting untuk menghilangkan kesalahpahaman dan mencegah munculnya stigma serta diskriminasi terhadap orang dengan HIV.
Selain mengenali jalur penularan, pekerja juga dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah pencegahan, di antaranya menghindari perilaku seksual berisiko, tidak berbagi jarum suntik, memastikan keamanan darah untuk transfusi, serta menggunakan peralatan medis yang steril.
Pemeriksaan HIV secara sukarela dan deteksi dini juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS. Sementara itu, pengobatan antiretroviral (ARV) secara teratur dapat menekan jumlah virus dalam tubuh, menjaga daya tahan tubuh, serta membantu orang dengan HIV menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Dumai, Jonatan Ginting, menyampaikan bahwa edukasi mengenai HIV/AIDS merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang sehat, aman, dan produktif.
"Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap seluruh pekerja memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS, termasuk cara penularan dan pencegahannya. Pengetahuan yang tepat sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan stigma, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang saling menghargai dan peduli terhadap kesehatan," ujar Jonatan.
Menurutnya, peningkatan kesadaran mengenai kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan dukungan bersama di lingkungan perusahaan.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 1 Dumai berharap seluruh pekerja Pelindo Group semakin memahami pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat, meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan HIV/AIDS, serta turut menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. (*)









